Kamis, 02 Maret 2017

Tips Basic Salesmanship - Panduan Ilmu Marketing Untuk Pemula

Tahukah anda bahwa salesman adalah profesi tertua yang pernah ada di muka bumi loh. Lho kok bisa ? Ya, sebab sesungguhnya salesmanship adalah suatu kegiatan mentransfer ide, gagasan, tujuan, maksud atau kemauan dari seseorang kepada orang lain agar diterima, disetujui atau di-iya-kan ide, gagasan, tujuan tersebut.

Begini, ingatkah anda ketika masih bayi ? Ketika itu mungkin anda belum bisa mengutarakan maksud secara lisan, atau menerangkan apa yang anda rasakan secara gamblang dikarenakan kemampuan berbicara kita masih belum benar. Tapi apa yang kita lakukan bila kita ingin popok kita diganti karena basah atau ketika kita lapar ? Ya, menangis. Dengan begitu maksud kita tercapai. Nah inilah salesmanship, inilah maksud saya tadi bahwa salesman adalah profesi tertua yang pernah ada di muka bumi.

Dalam artikel ini saya akan membagikan beberapa tips mengenai hal - hal yang bisa sedikit membantu anda dalam kegiatan penjualan atau merefresh kembali basic salesmanship anda, terutama untuk anda yang mungkin baru saja diterima bekerja sebagai staf pemasaran maupun anda yang baru ingin menjual produk milik anda sendiri baik berupa barang maupun jasa. Berikut ini adalah tips - tipsnya :

Panduan Ilmu Marketing Untuk Pemula

1. Product Knowledge

Sebelum anda pergi menemui calon pembeli wajib bin mutlak hukumnya bagi anda untuk membekali diri dengan pengetahuan produk atau product knowledge. Pengetahuan Produk atau Product Knowledge adalah penguasaan terhadap informasi dan spesifikasi produk yang ingin kita jual secara detail atau rinci. Logikanya bagaimana kita bisa meyakinkan orang lain untuk membeli produk kita kalau kita sendiri sebagai salesmannya tidak mengenal dengan baik apa yang ingin kita jual ?

Untuk itu luangkanlah waktu disela - sela kesibukan anda untuk mempelajari dengan detail mengenai informasi dan spesifikasi produk yang ingin kita jual. Dengan ini kita juga mengetahui keunggulan dan kekurangan produk yang ingin kita jual, sehingga kita bisa menentukan cara yang tepat untuk menjualnya. Di samping itu hal ini akan sangat membantu dalam menghadapi tipe calon pembeli yang selalu memberikan banyak pertanyaan ini itu seputar produk yang kita tawarkan kepadanya.

Ketika anda tidak mampu menjawab satu atau malah beberapa pertanyaan tersebut maka fatal akibatnya. Bisa - bisa calon pembeli itu tidak lagi percaya kepada kita dan batal membeli produk kita.

2. Roleplay

Mungkin ini terdengar lucu tapi sebetulnya roleplay tidak kalah penting dalam mengasah skill menjual. Roleplay adalah kegiatan mensimulasikan proses penawaran produk / jasa dari penjual kepada calon pembeli atau dengan kata lain ini merupakan kegiatan latihan seoalah - olah anda sedang menawarkan produk / jasa anda kepada orang lain sebelum menghadapi keadaan yang sesungguhnya.

Sesekali waktu ajaklah teman satu tim anda sebagai teman berlatih, mainkan dengan penuh penghayatan, buat seolah - olah anda sedang menemui calon pembeli yang sebenarnya, begitu pula sebaliknya. Melalui kegiatan ini minimal anda akan mendapatkan keterampilan dalam menjawab pertanyaan - pertanyaan sulit yang sering di temui di lapangan.

Dalam kegiatan ini anda juga akan berkesempatan melatih tehnik presentasi anda. Apabila anda sudah sedikit mahir dalam hal ini maka tingkatkan lagi kesulitannya. Kumpulkan dan catat pertanyaan - pertanyaan sulit atau sanggahan calon pembeli yang pernah dialami sendiri oleh kawan satu tim atau mungkin tim lain dalam satuan divisi pemasaran, diskusikan pemecahannya dan simulasikan melalui roleplay.

3. Ice Breaking

Hal berikutnya yang anda harus lakukan setelah menyapa dan menjabat tangan calon pembeli anda adalah percakapan pendahuluan. Sebisa mungkin jangan terlalu terburu - buru untuk masuk ke dalam tujuan anda yang sesungguhnya, yaitu berjualan. Ini bertujuan untuk mencairkan suasana atau membuat obrolan lebih menyenangkan.

Banyak cara, semisal mengarahkan topik pembicaraan seputar keluarganya, atau hal lain seperti perjalanan hidupnya, karirnya, atau memanfaatkan kabar di sosmed yang sedang viral sebagai bahan obrolan, atau mungkin kita sampaikan apresiasi untuk beberapa piala / tropi yang terpajang di ruang kerjanya, atau mungkin hobi, macam - macam caranya. Anda di tuntut kreatif dalam hal ini, terlebih dalam menghadapi calon pembeli yang kaku atau kurang welcome. Salah satu cara agar kita terampil dalam ice breaking adalah melalui roleplay.

4. Good Looking

Berpenampilanlah semenarik mungkin seolah - olah anda akan menemui kekasih anda yang baru. Bercerminlah dari segala sisi untuk memastikan tidak ada yang salah dengan penampilan anda sebelum pergi menemui calon pembeli. Cukur rambut anda seperlunya agar selalu tampak rapi dan pakai minyak rambut. Bila anda berkumis / brewok maka rapikan secara rutin agar tampak klimis.

Bila perlu sediakanlah sapu tangan dan sisir kecil untuk berjaga - jaga. Maksud saya untuk anda  yang mengendarai motor, rambut anda bisa saja berantakan karena helm yang amda kenakan, atau muka anda kusam karena minyak wajah yang berlebihan atau terkena debu dan sinar matahari. Periksa kembali penampilan anda sesampainya anda tiba di lokasi pertemuan dengan calon pembeli.

Jangan lupa juga dengan yang satu ini, tidak kalah pentingnya, selalu periksa bau badan anda sebab kita semua tahu bahwa seiring kita beraktivitas maka keringat bisa saja membuat bau badan kurang sedap, apalagi kalau keringatnya berlebihan. Untuk mengatasi ini anda bisa menyediakan parfum berukuran kecil yang bisa di masukkan ke dalam saku baju atau celana.

Apabila kita tidak memperhatikan ini maka bisa bisa calon pembeli akan merasa tidak nyaman duluan dan tentu saja bisa dibayangkan kelanjutannya. Sebaliknya, calon pembeli akan tercuri perhatiannya bila penampilan anda terlihat menarik dan beraroma wangi. Ini juga akan membuat kepercayaan diri anda meningkat drastis.

5. Leave a Trail

Kalau produk anda merupakan barang yang mudah dibawa atau bisa di masukkan tas maka bawalah beberapa sebagai contoh atau minimal katalog, apalagi kalau produk anda adalah jasa atau sesuatu yang besar sekali yang tidak mungkin bisa dihadirkan di depan calon pembeli saat itu juga seperti rumah atau apartemen.

Dengan melihat langsung barangnya ataupun katalognya maka tugas anda untuk meyakinkan calon pembeli akan sangat terbantu. Atau anda tidak perlu terlalu panjang lebar mempresentasikan produk sampai calon pembeli yakin. Disamping itu pembeli juga akan bosan kalau presentasi anda terlalu panjang tanpa di dukung dengan alat peraga atau contoh produk.

Mereka rata - rata lebih membuka diri jika contoh produknya ada. Jangan lupa juga untuk meninggalkan jejak dengan menyerahkan proposal penawaran secara tertulis beserta kartu nama disetiap calon pembeli yang akan anda temu. Instrumen ini berfungsi sebagai salesman tambahan yang akan menjelaskan keunggulan produk anda tanpa kehadiran anda sendiri. 

Bisa saja calon pembeli tidak terlalu menangkap maksud anda ketika anda mempresentasikan produk anda secara langsung di hadapannya karena sedang memikirkan hal lain, nah proposal inilah yang akan menjalankan tugas anda ketika calon pembeli nanti membacanya di waktu luang atau sedang bersantai dan tentunya segera menghubungi anda untuk informasi lebih lanjut.
--------------------------------------------------
Itulah beberapa tips dasar penjualan atau basic salesmanship dari saya. Mudah - mudahan bisa sedikit membantu anda dalam menjalankan kegiatan marketing terutama bagi anda yang baru diterima bekerja sebagai staf penjualan. Salam sukses dan terima - kasih.

Artikel Terkait

This Is The Oldest Page


EmoticonEmoticon